Cara Monitoring Server Linux dengan Notifikasi WhatsApp (Step by Step)

Diposting pada

Monitoring server Linux sangat penting untuk menjaga layanan tetap stabil. Namun, monitoring tanpa notifikasi sering membuat admin terlambat merespons masalah. Oleh karena itu, notifikasi WhatsApp menjadi solusi yang praktis dan efektif.

Pada artikel ini, kamu tidak hanya membaca penjelasan. Sebaliknya, kamu akan mempelajari cara monitoring server Linux dengan notifikasi WhatsApp secara langsung.

Apa yang Akan Dimonitor?

Sebelum mulai, tentukan terlebih dahulu komponen server yang ingin dipantau. Umumnya, admin server memonitor hal-hal berikut:

  • Status server (up atau down)
  • Penggunaan CPU dan RAM
  • Kapasitas disk
  • Status layanan penting

Dengan menentukan target monitoring, sistem notifikasi bisa dibuat lebih terarah.

Step 1: Cek Status Server Linux

Langkah pertama adalah memastikan server dapat dipantau. Untuk mengecek status server, kamu bisa menggunakan perintah berikut:

uptime

Jika server aktif, perintah tersebut akan menampilkan lama server berjalan dan load average. Selain itu, kamu juga bisa mengecek penggunaan resource:

free -h
df -h

Dengan perintah ini, admin dapat mengetahui kondisi dasar server sebelum menambahkan notifikasi.

Step 2: Buat Script Monitoring Sederhana

Selanjutnya, buat script bash sederhana untuk mendeteksi kondisi server. Contoh berikut digunakan untuk mengecek apakah server masih merespons:

#!/bin/bash

ping -c 1 127.0.0.1 > /dev/null
if [ $? -ne 0 ]; then
  STATUS="SERVER DOWN"
else
  STATUS="SERVER OK"
fi

Script ini bisa dikembangkan untuk mengecek CPU, RAM, atau disk sesuai kebutuhan.

Step 3: Kirim Notifikasi ke WhatsApp

Agar notifikasi bisa dikirim ke WhatsApp, kamu membutuhkan WhatsApp API. Salah satu cara paling praktis adalah menggunakan layanan WhatsApp API berbasis web.

Contoh pengiriman notifikasi menggunakan curl:

curl "https://mnetwa.my.id/api/send?key=API_KEY_KAMU&to=628xxxxxxxxx&msg=SERVER_LINUX_STATUS"

Pada bagian pesan, kamu bisa mengisi status server dari script monitoring. Dengan cara ini, notifikasi akan langsung masuk ke WhatsApp admin.

Step 4: Gabungkan Script Monitoring dan WhatsApp

Setelah itu, gabungkan script monitoring dengan pengiriman WhatsApp:

#!/bin/bash

ping -c 1 127.0.0.1 > /dev/null
if [ $? -ne 0 ]; then
  MSG="⚠️ Server Linux DOWN"
else
  exit 0
fi

curl "https://mnetwa.my.id/api/wa/send?key=API_KEY_KAMU&to=628xxxxxxxxx&msg=$MSG"

Dengan script ini, notifikasi hanya dikirim saat server mengalami gangguan.

Step 5: Jalankan Otomatis dengan Cron

Agar monitoring berjalan otomatis, tambahkan script ke cron:

crontab -e

Contoh menjalankan script setiap 1 menit:

* * * * * /bin/bash /root/monitor-server.sh

Dengan cron, monitoring berjalan tanpa campur tangan manual.

Kenapa WhatsApp Cocok untuk Monitoring?

WhatsApp hampir selalu aktif di smartphone. Oleh karena itu, notifikasi lebih cepat dibaca dibandingkan email. Selain itu, pesan WhatsApp lebih praktis untuk admin yang sering mobile.

Untuk kebutuhan monitoring, layanan seperti mnetwa.my.id cukup ideal. Walaupun saat ini sudah berbayar, biayanya tetap sangat terjangkau, yaitu sekitar 10 ribu rupiah per bulan.

Kesimpulan

Monitoring server Linux dengan notifikasi WhatsApp tidaklah rumit. Dengan script sederhana, WhatsApp API, dan cron, admin bisa mendapatkan notifikasi real-time. Akibatnya, downtime dapat ditekan dan layanan tetap stabil.

Bagi admin server, RT RW Net, dan komunitas belajar jaringan, metode ini sangat layak diterapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *