Monitoring Kesehatan Hard Disk Docker dengan Scrutiny (SMART Dashboard)

Diposting pada

Server berbasis Docker sering menjalankan banyak container dalam satu host. Oleh karena itu, administrator perlu memastikan kondisi hard disk tetap sehat. Selain monitoring kapasitas disk, kesehatan fisik hard disk juga perlu diperhatikan.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara monitoring kesehatan hard disk pada server Docker menggunakan Scrutiny. Dengan Scrutiny, data SMART dapat ditampilkan dalam dashboard web yang mudah dipahami.

Kenapa Monitoring Hard Disk di Server Docker Itu Penting?

Pada server Docker, container akan tetap berjalan meskipun hard disk mulai bermasalah. Namun demikian, jika hard disk mengalami kegagalan fisik, seluruh container dapat berhenti secara bersamaan.

Oleh sebab itu, administrator perlu memantau kesehatan hard disk sejak dini.
Dengan monitoring yang tepat, potensi kerusakan dapat terdeteksi lebih awal.

  • Dengan monitoring SMART, administrator dapat mengetahui kondisi fisik disk
  • Selain itu, risiko kehilangan data dapat ditekan
  • Selanjutnya, administrator dapat merencanakan penggantian disk
  • Pada akhirnya, stabilitas server Docker tetap terjaga

Mengenal Scrutiny untuk Monitoring Hard Disk

Scrutiny adalah aplikasi open source berbasis Docker yang berfungsi untuk memantau kesehatan hard disk menggunakan data SMART. Dengan kata lain, Scrutiny menyederhanakan pembacaan SMART melalui antarmuka web.

Selain ringan, Scrutiny juga cocok digunakan di server production. Oleh karena itu, banyak administrator menggunakannya sebagai alat monitoring tambahan.

Persiapan Sebelum Instalasi Scrutiny

Sebelum memulai, pastikan server sudah memenuhi beberapa syarat berikut:

  • Docker sudah terpasang dan berjalan
  • Server memiliki akses ke perangkat disk (misalnya /dev/sda)
  • Port monitoring tidak bentrok dengan service lain

Menjalankan Scrutiny Menggunakan Docker

Selanjutnya, jalankan Scrutiny menggunakan perintah Docker berikut:

docker run -d \
  --name scrutiny \
  --cap-add SYS_RAWIO \
  --device=/dev/sda \
  -p 8081:8080 \
  ghcr.io/analogj/scrutiny:master-omnibus

Dengan perintah tersebut, Docker akan menjalankan container Scrutiny
dan memberikan akses ke perangkat hard disk server.

Mengakses Dashboard Scrutiny

Setelah container berjalan, buka browser dan akses alamat berikut:

http://IP_SERVER:8081

Kemudian, dashboard Scrutiny akan menampilkan informasi kesehatan hard disk,
seperti status SMART, suhu, dan estimasi umur disk. Dengan tampilan visual ini, administrator dapat memantau kondisi disk dengan cepat.

Memahami Informasi SMART di Scrutiny

Di dalam dashboard, Scrutiny menampilkan beberapa indikator penting. Oleh karena itu, administrator perlu memahami arti dari data tersebut.

  • SMART Health Status menunjukkan kondisi umum hard disk
  • Temperature menampilkan suhu kerja disk
  • Power On Hours menunjukkan lama penggunaan disk
  • Reallocated Sector menunjukkan indikasi kerusakan fisik

Apabila Scrutiny menampilkan peringatan, administrator sebaiknya segera melakukan backup data.

Menggunakan Scrutiny di Server Production Docker

Pada server production, Scrutiny sebaiknya dijalankan secara terus-menerus. Dengan demikian, administrator dapat memantau perubahan kondisi hard disk setiap saat. Selain itu, Scrutiny dapat dikombinasikan dengan sistem monitoring lain untuk membangun dashboard kesehatan server yang lebih lengkap.

Tips Aman Monitoring Hard Disk di Docker

  • Pertama, pastikan container Scrutiny selalu aktif
  • Kemudian, periksa dashboard secara berkala
  • Selain itu, jangan abaikan peringatan SMART
  • Terakhir, siapkan hard disk pengganti sebelum disk gagal

Penutup

Sebagai kesimpulan, monitoring kesehatan hard disk di server Docker sangat penting. Dengan menggunakan Scrutiny, administrator dapat membaca data SMART secara visual dan real time.

Oleh karena itu, bagi pengelola server Docker, VPS, maupun RT/RW Net, Scrutiny dapat menjadi solusi monitoring hard disk yang praktis dan efektif. Akhir kata, semoga panduan ini membantu Anda menjaga stabilitas server Docker Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *