Pada jaringan RT RW Net, pembagian bandwidth sering menjadi sumber masalah. Ketika satu pelanggan mengunduh besar-besaran, koneksi pelanggan lain langsung terasa lambat. Oleh karena itu, admin jaringan perlu mengatur bandwidth PPPoE di Mikrotik secara tepat.
Melalui artikel ini, kita membahas cara mengelola bandwidth PPPoE Mikrotik agar koneksi tetap stabil dan adil. Pembahasan difokuskan pada praktik yang umum digunakan oleh admin jaringan tanpa sistem yang rumit.
Kenapa Pengaturan Bandwidth Itu Wajib?
Banyak jaringan kecil berjalan tanpa manajemen bandwidth yang jelas. Akibatnya, trafik menjadi tidak terkendali. Dengan pengaturan bandwidth yang tepat, setiap pelanggan mendapatkan kecepatan sesuai paket yang dipilih.
Selain itu, router bisa bekerja lebih stabil karena trafik terdistribusi dengan baik. Oleh sebab itu, pengaturan ini menjadi fondasi penting dalam jaringan berbasis PPPoE.
Konsep Dasar Manajemen Bandwidth PPPoE
Pada Mikrotik, manajemen bandwidth biasanya menggunakan Profile PPPoE. Setiap profile memiliki limit upload dan download yang berbeda. Admin kemudian mengaitkan profile tersebut dengan akun pelanggan.
Dengan konsep ini, admin dapat mengontrol kecepatan tanpa harus membuat aturan manual satu per satu. Selain itu, perubahan paket bisa dilakukan dengan cepat.
Membuat Profile PPPoE dengan Limit Bandwidth
Langkah pertama adalah membuat profile PPPoE. Admin dapat menggunakan terminal Mikrotik untuk proses ini.
/ppp profile
add name=paket_10mb local-address=10.10.10.1 remote-address=pppoe_pool rate-limit=10M/10M

Profile di atas membatasi bandwidth pelanggan sebesar 10 Mbps untuk upload dan download. Admin bisa menyesuaikan nilai tersebut sesuai kebutuhan paket.
Mengaitkan Profile ke User PPPoE
Setelah profile tersedia, admin perlu menghubungkannya ke akun pelanggan. Proses ini sangat sederhana dan tidak memerlukan konfigurasi tambahan.
/ppp secret
set [find name=pelanggan1] profile=paket_10mb

Dengan pengaturan ini, pelanggan langsung mendapatkan limit bandwidth sesuai profile. Router menerapkan aturan secara otomatis tanpa perlu restart.
Tips Agar Bandwidth Lebih Stabil
Agar hasilnya optimal, admin sebaiknya tidak mengatur bandwidth terlalu mepet dengan kapasitas link utama. Sisakan ruang agar trafik tetap lancar saat jam sibuk.
Selain itu, admin perlu membuat paket yang realistis. Pembagian yang seimbang membantu menjaga kualitas layanan dan mengurangi keluhan pelanggan.
Baca Juga :
- WhatsApp API Gratis untuk Kebutuhan Jaringan
- Monitoring PPPoE Terhubung dan Terputus di Mikrotik
- Monitoring PPPoE Offline di Mikrotik
Penutup
Mengatur bandwidth PPPoE Mikrotik membantu admin menjaga koneksi pelanggan tetap stabil dan adil. Dengan konfigurasi yang tepat, jaringan RT RW Net bisa berjalan lebih profesional. Admin juga bisa melakukan monitoring menggunakan layanan WhatsApp API di mnetwa.my.id.
Jika admin menerapkan manajemen bandwidth sejak awal, masalah rebutan bandwidth bisa diminimalkan. Praktik ini menjadi langkah penting dalam pengelolaan jaringan jangka panjang.
