Monitoring resource Docker menjadi kebutuhan penting ketika server menjalankan banyak container aktif. Dari pengalaman penggunaan di server produksi, masalah performa sering muncul karena satu container menghabiskan CPU atau RAM tanpa disadari.
Oleh karena itu, admin server perlu memantau penggunaan resource Docker secara rutin. Selain itu, monitoring sederhana sering kali sudah cukup tanpa harus memasang Grafana atau stack monitoring yang berat.
Kenapa Perlu Monitoring Resource Docker?
Dalam praktik sehari-hari, Docker sering menjalankan beberapa service sekaligus. Jika satu container bermasalah, maka service lain bisa ikut terdampak.
Monitoring resource Docker membantu admin untuk:
- Mengetahui container yang boros CPU
- Mendeteksi penggunaan RAM berlebih
- Mencegah server overload
- Menjaga stabilitas service
Monitoring Resource Docker dengan docker stats
Docker sudah menyediakan perintah bawaan untuk melihat penggunaan resource container secara real-time. Karena itu, admin tidak perlu memasang tool tambahan.
1. Melihat Semua Container
docker stats
Perintah ini langsung menampilkan penggunaan CPU, RAM, network, dan I/O setiap container.

2. Monitoring Container Tertentu
Jika hanya ingin memantau satu container saja, gunakan container ID atau nama container.
docker stats portainer
Dengan cara ini, admin bisa fokus pada service yang sedang dianalisa.

Monitoring Docker Secara Berkala
Untuk monitoring harian, admin sering menggabungkan docker stats dengan perintah watch. Metode ini sangat ringan dan praktis.
watch -n 2 docker stats --no-stream
Server akan menampilkan data terbaru setiap dua detik tanpa membebani sistem.
Menyimpan Data Monitoring ke Log
Dalam beberapa kasus, misalnya admin perlu menyimpan data monitoring sebagai log untuk analisa lanjutan. Oleh sebab itu, output docker stats bisa diarahkan ke file.
docker stats --no-stream >> /var/log/docker-resource.log
Log ini membantu admin untuk melihat pola penggunaan resource dari waktu ke waktu.
Menentukan Batas Resource Container
Dari pengalaman penggunaan Docker, pembatasan resource sangat membantu menjaga stabilitas server. Admin bisa langsung mengatur limit CPU dan RAM saat menjalankan container.
docker run -d --name app-test --memory="512m" --cpus="1.0" nginx
Dengan konfigurasi ini, container tidak akan mengambil resource melebihi batas yang sudah ditentukan.
Monitoring untuk Server Produksi
Pada server produksi skala kecil hingga menengah, monitoring sederhana seperti ini sudah cukup efektif. Selain itu, metode ini tidak menambah beban service lain.
Admin biasanya menggunakan docker stats untuk pengecekan cepat sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Tips Agar Monitoring Docker Tetap Aman
- Lakukan monitoring saat jam sibuk
- Batasi resource container penting
- Hentikan container yang tidak digunakan
- Review penggunaan resource secara berkala
Kesimpulan
Monitoring resource Docker CPU dan RAM tidak selalu membutuhkan tools berat seperti Grafana. Dengan docker stats, admin server sudah bisa memantau kondisi container secara real-time.
Baca Juga:
- Monitoring Docker Container dengan Notifikasi WhatsApp
- Cek Kesehatan Hard Disk Linux Server
- Install Nginx Proxy Manager di Docker
Oleh karena itu, metode ini sangat cocok digunakan pada server produksi yang mengutamakan kestabilan dan kesederhanaan.
