Optimasi Log Server Ubuntu agar Disk Tidak Penuh

Diposting pada

Saat server berjalan stabil, masalah biasanya datang diam-diam. Salah satu yang paling sering saya temui adalah disk tiba-tiba penuh tanpa peringatan jelas. Awalnya saya kira karena Docker atau database. Namun, setelah dicek lebih dalam, penyebabnya justru file log yang terus membesar.

Karena itu, saya mulai fokus mengatur sistem log di server Ubuntu agar tetap rapi, terkendali, dan tidak membebani storage. Pengalaman ini cukup membuka mata, terutama untuk server yang aktif 24 jam.

Kenapa Log Server Bisa Jadi Masalah Besar?

Pada kondisi normal, log membantu proses troubleshooting. Namun, ketika layanan semakin banyak, log juga ikut bertambah. Selain itu, service seperti systemd, nginx, dan docker terus menulis log tanpa henti. Makanya perlu dilakukan optimasi log server. Jika tidak dilakukan, maka akibatnya disk bisa penuh secara perlahan. Bahkan, pada beberapa kasus, server tetap online tetapi service penting gagal restart karena kehabisan ruang.

Ciri-Ciri Disk Penuh karena Log

Sebelum saya benar-benar sadar, beberapa tanda ini mulai muncul:

  • Server terasa lambat walaupun CPU normal
  • Docker container gagal restart
  • Error write failed pada service tertentu
  • Folder /var/log membengkak drastis

Dari sini, saya langsung fokus mengecek ukuran log.

Cek Ukuran Log di Server Ubuntu

Langkah pertama selalu sederhana. Saya langsung jalankan perintah berikut:

du -sh /var/log/* | sort -h

Dari hasil ini, saya bisa langsung melihat log mana yang paling besar. Biasanya, log systemd dan journal menjadi biang masalah.

Optimasi Log Server

Mengenal Logrotate di Ubuntu

Untungnya, Ubuntu sudah menyediakan tool bawaan bernama logrotate. Tool ini bertugas memutar log secara otomatis agar file lama tidak terus membesar.

Namun, pada beberapa server, konfigurasi default sering kali kurang optimal. Karena itu, saya memilih untuk menyesuaikannya sendiri.

Cek Status Logrotate

Sebelum mengubah apa pun, saya pastikan logrotate aktif:

systemctl status logrotate

Jika service aktif, kita bisa lanjut ke tahap berikutnya tanpa khawatir.

Atur Logrotate agar Lebih Agresif

Saya mulai dengan membuka konfigurasi utama:

nano /etc/logrotate.conf

Kemudian, saya pastikan beberapa opsi ini aktif:

weekly
rotate 4
compress
delaycompress
missingok
notifempty

Dengan pengaturan ini, log akan diputar setiap minggu dan hanya menyimpan empat file terakhir.

Optimasi Log Systemd Journal

Selain logrotate, systemd journal juga perlu perhatian khusus. Tanpa batasan, ukurannya bisa membengkak dengan cepat.

Saya langsung edit konfigurasi berikut:

nano /etc/systemd/journald.conf

Lalu saya sesuaikan nilainya:

SystemMaxUse=200M
SystemKeepFree=500M
MaxRetentionSec=7day

Setelah itu, saya restart journald agar perubahan langsung aktif.

systemctl restart systemd-journald

Bersihkan Log Lama Secara Manual

Walaupun sudah diatur, log lama tetap perlu dibersihkan sekali di awal. Saya biasanya jalankan perintah ini:

journalctl --vacuum-time=7d

Dengan begitu, journal lama langsung terhapus tanpa menunggu rotasi berikutnya.

Hasil yang Saya Rasakan

Setelah optimasi ini berjalan, perubahan langsung terasa. Disk usage kembali normal, service lebih stabil, dan server terasa lebih ringan.

Selain itu, saya juga jadi lebih tenang karena risiko disk penuh bisa ditekan sejak awal.

Kesimpulan

Mengelola log server bukan pekerjaan sekali jalan. Namun, dengan konfigurasi yang tepat, masalah disk penuh bisa dicegah sejak awal.

Jika server kamu berjalan nonstop, optimasi log bukan lagi tambahan, melainkan kebutuhan dasar agar sistem tetap sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *