Monitoring Docker Container dengan Notifikasi WhatsApp (Step by Step)

Diposting pada

Docker saat ini banyak digunakan untuk menjalankan aplikasi server. Namun, container yang berjalan tanpa monitoring bisa menimbulkan masalah serius. Oleh karena itu, monitoring Docker container menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, notifikasi real-time melalui WhatsApp membuat admin bisa bertindak lebih cepat saat terjadi gangguan.

Pada artikel ini, kamu tidak hanya membaca teori. Sebaliknya, kamu akan mempelajari cara monitoring Docker container dengan notifikasi WhatsApp secara langsung, lengkap dengan contoh script dan automation.

Apa Itu Monitoring Docker Container?

Monitoring Docker container adalah proses pemantauan status container secara terus menerus. Proses ini bertujuan untuk memastikan container tetap berjalan dengan normal. Jika container berhenti atau crash, sistem akan langsung memberikan peringatan.

Selain itu, monitoring membantu admin mengetahui kondisi layanan lebih cepat. Dengan begitu, downtime dapat ditekan dan layanan tetap stabil.

Kenapa Docker Perlu Notifikasi WhatsApp?

Banyak admin hanya mengecek Docker secara manual. Namun, cara tersebut tidak efektif jika server jarang dipantau. Oleh sebab itu, notifikasi WhatsApp menjadi solusi yang lebih praktis. Setiap gangguan container bisa langsung diketahui tanpa membuka server.

Selain cepat, WhatsApp juga hampir selalu aktif di smartphone. Karena itu, pesan notifikasi lebih mudah terbaca dan jarang terlewat.

Apa Saja yang Perlu Dimonitor di Docker?

Sebelum membuat sistem monitoring, tentukan terlebih dahulu apa saja yang perlu dipantau. Umumnya, admin Docker memonitor hal-hal berikut:

  • Status container (running atau stopped)
  • Container restart atau crash
  • Layanan aplikasi di dalam container
  • Ketersediaan resource server

Dengan fokus pada poin tersebut, monitoring akan lebih efektif dan tidak berlebihan.

Step 1: Cek Status Docker Container

Langkah pertama adalah memastikan Docker berjalan dengan normal. Gunakan perintah berikut untuk melihat status container:

docker ps

Jika container berjalan, maka status akan terlihat Up. Namun, jika container berhenti, maka container tidak akan muncul dalam daftar tersebut.

monitoring docker whatsapp

Untuk melihat semua container termasuk yang berhenti, gunakan perintah:

docker ps -a

Step 2: Buat Script Monitoring Docker

Selanjutnya, buat script bash sederhana untuk mengecek apakah container tertentu masih berjalan. Contoh berikut digunakan untuk memantau container dengan nama web-app.

#!/bin/bash

CONTAINER="web-app"
STATUS=$(docker inspect -f '{{.State.Running}}' $CONTAINER 2>/dev/null)

if [ "$STATUS" != "true" ]; then
  MSG="⚠️ Docker container $CONTAINER DOWN"
else
  exit 0
fi

Script ini akan mendeteksi jika container berhenti. Jika container masih berjalan, script akan berhenti tanpa mengirim notifikasi.

Step 3: Kirim Notifikasi ke WhatsApp

Agar notifikasi terkirim ke WhatsApp, gunakan WhatsApp API. Salah satu cara paling praktis adalah menggunakan layanan WhatsApp API berbasis web.

Contoh pengiriman pesan menggunakan curl:

curl "https://mnetwa.my.id/api/wa/send?key=API_KEY_KAMU&to=628xxxxxxxxx&msg=DOCKER_CONTAINER_DOWN"

Pada bagian pesan, kamu bisa mengisi informasi container yang bermasalah.

Step 4: Gabungkan Monitoring dan WhatsApp

Setelah itu, gabungkan script monitoring Docker dengan pengiriman WhatsApp:

#!/bin/bash

CONTAINER="web-app"
STATUS=$(docker inspect -f '{{.State.Running}}' $CONTAINER 2>/dev/null)

if [ "$STATUS" != "true" ]; then
  MSG="⚠️ Docker container $CONTAINER DOWN"
  curl "https://mnetwa.my.id/api/wa/send?key=API_KEY_KAMU&to=628xxxxxxxxx&msg=$MSG"
fi

Dengan script ini, notifikasi hanya akan dikirim jika container mengalami gangguan.

Step 5: Jalankan Otomatis dengan Cron

Agar monitoring berjalan otomatis, tambahkan script ke cron:

crontab -e

Contoh menjalankan pengecekan setiap 1 menit:

* * * * * /bin/bash /root/monitor-docker.sh

Dengan cron, admin tidak perlu melakukan pengecekan manual.

Kesimpulan

Monitoring Docker container dengan notifikasi WhatsApp merupakan solusi yang praktis dan efektif. Dengan script sederhana dan automation, admin bisa mengetahui gangguan lebih cepat. Akibatnya, downtime layanan dapat ditekan dan sistem menjadi lebih andal.

Bagi admin server, Docker user, dan RT RW Net, metode ini sangat layak digunakan. Selain mudah, biaya yang dibutuhkan juga relatif terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *